31 Jul 2008 12:01:00
Sulit Menghentikan Pembabatan Hutan Mangrove

Pembabatan hutan mangrove di beberapa Kabupaten di Kalimantan Selatan (Kalsel) hingga kini masih terus berlangsung, baik untuk memenuhi kebutuhan perumahan maupun untuk membuka areal tambak dan perikanan lainnya.

Parahnya, pembabatan tersebut hingga kini belum disertai upaya untuk melakukan reboisasi, sehingga abrasi yang terjadi di kawasan pesisir laut, hingga kini tidak bisa dihindarkan lagi.

Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Suhardi Admoredjo, Rabu (30/7) mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait di kabupaten maupun Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk mencegah berlangsungnya pembabatan mangrove tersebut, namun hingga kini aktivitas yang dilakukan masyarakat pesisir tersebut sulit untuk dihentikan.

Misalnya saja di Kabupaten Barito Kuala (Batola), beberapa waktu lalu telah membentuk tim koordinasi yang terdiri dari BKSDA, DPRD dan pemerintah daerah serta dinas terkait, untuk menghentikan pembabatan mangrove yang terus berlangsung di daerah tersebut.

"Berbagai upaya pencegahan baik itu dengan sosialisasi maupun tindakan hukum telah dilakukan agar mangrove tidak lagi ditebang, namun karena kebutuhan ekonomi dan perumahan yang cukup besar, tampaknya masih sulit untuk mencegah masyarakat untuk tidak menebang mangrove," tambahnya.

Menurut Suhardi, kawasan mangrove yang tersebar di Kabupaten Tanah Laut (Tala), Batola, Banjar, Kotabaru dan Batulicin mencapai sekitar 300 hektar, dan sebagian besar dari total lahan tersebut dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, karena telah berubah sebagai kawasan tambak ikan atau udang.

Fatalnya lagi, masyarakat melakukan metode pembukaan lahan tambak secara berpindah-pindah dengan cara bergerombol, misalnya saja, petambak di Kabupaten Banjar, oleh pemerintahan setempat di larang, akhirnya mereka pindah ke Kabupaten Batola dan membuka lokasi baru.

Dengan demikian, kerusakan hutan mangrove semakin merata, karena kawasan Batola yang sebelumnya tidak pernah terjamah oleh masyarakat, kini menjadi rusak, karena di daerah tersebut marak pembukaan areal tambak ikan dan udang.

Untuk mereboisasi, tambahnya, sebenarnya ada dana dari gerakan penghijaun hutan (Gerhan) yang dialokasikan khusus untuk kawasan hutan mangrove, namun karena hutan mangrove merupakan kawasan konservasi penanganannya langsung dilaksanakan oleh BKSDA, dinas kehutanan hanya ikut mengawasi saja.

Akibat pembabatan hutan mangrove ini, abrasi yang terjadi di Kabupaten Banjar utamanya di Kecamatan Aluh-Aluh Desa Sungai Musang, Bakambat dan Tanipah terus berlangsung.

Ratusan hektar sawah dan puluhan rumah serta pohon, hanyut diterjang sungai yang terus melebar hingga perkampungan, karena pohon-pohon mangrove yang sebelumnya tumbuh di pesisir sungai di daerah tersebut kini sudah habis berubah menjadi hamparan sawah dan tambak masyarakat.

Selain itu, di daerah tersebut yang sebelumnya terkenal sebagai penghasil ikan dan udang dengan kualitas ekspor, kini menurun, karena nelayan sudah kesulitan untuk mendapatkan ikan tangkapan.(Ant/OI)

 

 

 
 
 
Baca berita terkini lainnya
 ::Sulit Menghentikan Pembabatan Hutan Mangrove
 ::Himpunan Petani Mangrove Sampang Tanam 10 Ribu Pohon Bakau
 ::Tommy Winata Dan Harimau
 ::Hari Menanam Pohon Indonesia 28 November
 ::Dua Harimau Sumatera Dilepasliarkan
 
[kembali]
 
 
 
18 Jul 2008 11:35:32
Sulitnya Menjaga Papua
Apa masalah Papua dan prospek integrasinya dalam NKRI? Kemiskinan harus diletakkan di tempat teratas. Walau kekayaan alam Papua telah dimanfaatkan lebih tiga dasawarsa pasca-Pepera, kemiskinan masih tampak di sana-sini.
 
 
15 Jun 2007 18:23:14
Kasus Illegal Logging di Papua Tak Sama Dengan Daerah Lain
Presiden Lumbung Informasi Rakyat (LiRa) Jusuf Rizal pernah mengkritik habis-habisan kinerja hakim Pengadilan Negeri di Papua yang banyak memberi vonis bebas terhadap pelaku illegal logging. Penanganan illegal logging di tingkat Pengadilan Negeri disebutnya masih terlihat seperti main-main sehingga tidak satu pun pelakunya bisa mendekam dalam Lembaga Pemasyarakatan.
 
 
13 Jun 2007 11:46:51
Menteri Kehutanan Dimata Penasehat Hukum Farizi SH
Sebagai penasehat hukum dalam beberapa perkara ilegal logging di Papua, pengacara Mgs Farizi SH sangat mengagumi keuletan Menteri Kehutanan MS Kaban dalam membrantas pembalakan kayu di tanah air.
 
 

© Copyright 2007 - designed and Hosted@faberhost.com